quickedit{ display:none; }

Rabu, 19 Oktober 2011

10 KESALAHAN MENDIDIK ANAK

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan

Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka

Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan

Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.

7. Mengabaikan Kata Hati

Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi

Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

Kamis, 21 April 2011

PEMENANG LOMBA PAKAIAN ADAT MEMPERINGATI HARI KARTI 2011

pemenang lomba pakaian adat 1,2,3 kategori wanita

pemenang lomba pakaian adat Harapan 1,2,3 kategori wanita


pemenang lomba pakaian adat 1,2,3 kategori pria


pemenang lomba pakaian adat Harapan 1,2,3 kategori pria

LOMBA PAKAIAN ADAT MEMPERINGATI HARI KARTINI 21 APRIL 2011

Kamis 21 April 2011 seluruh siswa - siswi TK. Taman Nyiur pembina kec. tanjung priok menikuti Lomba Pakaian adat untuk memperingati hari kartini.
Disini siswa-siswi diajarkarkan untuk berani dan percaya diri danB teryata hampir semua siswa berani tampil ke panggung dan melengok bagai seorang pragawati maupun pragawan di atas catwak.
Banyak pola yg lucu saat siswa -siswi itu tampil....ada yg langsung naik putar pangung lalu kembali turun , ada juga yang selalu tersenyum dan ada juga yg masih takut - takut tapi segenap jajaran guru selalu siap membantu siwa- siwi untuk mengasah keberanian mereka walau dengan di tuntun dan di arahkan di atas pangung.
inilah pemenang 1,2,3 lomba pakaian adat kategori wanita

Selmat untuk semua pemenang lomba dan untuk yang tidak menang jangan berkecil hati tahun depan mungkin kemenangan milik kalian.
selamat berjumpa lagi di kegiatan yang lain di TK. Taman Nyiur Pembina Kec. Tanjung Priok.....see you.....

Jumat, 18 Maret 2011

TOUR TK. TAMAN NYIUR KE TAMAN BUAH MEKARSARI

Sabtu 12 Maret 2011 seluruh siswa -siswi TK. Taman Nyiur mengikuti Tour ke Taman Buah Mekarsari Bogor.Rombongan berangkat jam 7.30 WIB dari TK. Taman Nyiur dengan menggunakan 2 bus Ac karunia pariwisata. Rombongan di bagi 2 untuk Bus 1 berisi murid dan guru , bus 2 berisi orang tua murid.
Bus sampai disana jam 8.30 WIB , kami disambut tourgate dari mekarsari dan memulai petualangan kami di program PADDYVILAGE.
Pertama siswa -siswi  kami diajak untuk melukis caping



Selasa, 25 Januari 2011

PENERIMAAN SISWA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2011 - 212


TK TAMAN NYIUR MEMBUKA PENERIMAAN SISWA DIDIK BARU

 TAHUN AJARAN 2011 - 2012


 MULAI BULAN JANUARY 2011 - JUNI 2011

Senin, 10 Januari 2011

SELAMAT JALAN BU IKA...

Telah banyak ilmu yg beliu beri untuk kami.
Telah banyak kecerian mewarnai kehidupan kami.
Telah banyak pengalamanan yg kita lalui di sini.
Kau Telah buat kami menhadi mandiri.
Terimakasih Bu IKA untuk dedikasimu di TK. Taman Nyiur.
Semoga Di tempat mengajar yang baru kau pun memberi warna keceriaan.
Selamat jalan Bu Ika ......
Engkau akan tetap ada di hati kami walau jarak memisahkan kita.
WE LOVE YOU MRS. IKA

Senin, 15 November 2010

BERITA DUKA CITA

Seluruh Keluarga Besar TK. Taman Nyiur Turut berduka cita.
Telah berpulang  ke Rahmatullah  pada hari Senin 15 November 2010
Ibu Mil
Pengurus Yayasan TK Taman Nyiur
Di Tanah Suci Mekah
Semoga Amal Ibadanya Diterima disisi ALLAH SWT.
Dan semoga Ibadah Haji beliau di terima ALLAH.
Apabila dalam masa hidupnya beliau mempunyai kesalahan . kami atas nama keluarga besar TK. Taman Nyiur memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Jumat, 12 November 2010

MEMAHAMI PSIKOLOGI ANAK

Berbicara masalah psikologi anak, Pakar Psikologi Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam delapan tahap. Perlu diketahui, setiap orang akan melewati tahapan dan setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif. Kepribadian yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan dengan baik.
Pada teori psikologi anak, bayi memerlukan pengasuhan yang penuh cinta kasih sehingga ia merasakan aman. Ketidakkonsistenan dan penolakan pada masa bayi akan menimbulkan ketidak percayaan pada pengasuhnya berlanjut pada orang lain dan lingkungan yang lebih luas.
Pada masa usia dini, banyak hal yang membuatnya tertarik sehingga ingin selalu mencoba, meski terkadang pada hal yang berbahaya. Pada tahap ini orang dewasa harus memberikan dukungannya. Erikson mengingatkan bahwa pembatasan dan kritik yang berlebihan akan menyebabkan tumbuh rasa ragu terhadap kemampuan dirinya.
Penelitian tentang psikologi anak, yang berfokus pada bab kecerdasan, lebih jauh diungkapkan Gardner dengan konsep kecerdasan Jamak atau Multiple Intelegence (MI). Gardner mengidentifikasi kecerdasan sebagai kemampuan untuk menemukan dan mencari pemecahan masalah serta membentuk suatu produk yang mempunyai nilai dipandang dari budaya seseorang.
Ketujuh kecerdasan tersebut adalah : Linguistik, logika, matematika, spasial, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal serta naturalis. Setiap orang mempunyai berbagai potensi tersebut. Masing-masing dapat dikembangkan pada tahap tertentu.
Tangisan Berjam-jam
Terkait psikologi anak, mungkin Anda akan menemukan anak Anda menangis selama berjam-jam. Kunci meredakan tangisan dan teriakan anak adalah bersikap tenang dan tidak perlu tergesa-gesa. Orangtua yang nampak gelisah atau memendam kemarahan tentu akan sulit menerima kondisi si kecil yang juga sedang tidak nyaman dengan tangisannya sendiri.
Anak membutuhkan figur yang tenang dan mampu mengendalikan emosinya. Kontrol emosi Anda akan membuat suatu ruang toleransi apapun reaksi tambahan yang akan dikeluarkan anak. Tangisan anak itu suara musik alam yang indah.
Menurut Hans Grothe, seorang psikolog perkembangan dari Jerman, sebenarnya tangisan dan teriakan tantrum anak ternyata tidak berkaitan dengan usia. Tak hanya anak berusia 2 tahun yang melakukannya, usia 3 atau 5 tahun pun kadang-kadang masih melakukannya.
frekuensi yang terbanyak adalah pada usia 2 tahun. Menurutnya, ada 3 kunci untuk meredakan tangisan anak yaitu ketenangan, ketenangan dan ketenangan. Tentu saja dalam tiga tataran yang berbeda-beda.
Kemampuan ini tidak begitu saja jatuh dari langit, melainkan para orangtua harus melatih dan belajar melihat reaksi anak. Inilah perlunya orang tua memahami ilmu psikologi anak.
Perlu dipahami, menjadi orangtua sebenarnya seperti seorang peneliti di laboratorium. Mencoba sebuah formula pola asuh, memecahkan masalah sesuai dengan budayanya serta kemudian melihat reaksi yang terjadi dengan dicobakan formulanya.
Apabila tidak cocok dan reaksi buruk, maka harus dicobakan formula yang lain sampai cocok. Dan biasanya formula yang cocok untuk satu anak belum tentu cocok untuk anak yang lainnya.
Jadi berlatih dan belajar menjadi peneliti adalah tugas orang tua agar sukses mendidik anak-anaknya. Anda akan mempelajari tentang psikologi anak yang tidak ada habisnya.


Sumber: AnneAhira

Selasa, 09 November 2010